What's New Here?

    Sate Pepes di Rumah Pelangi


    Sudah menjadi rahasia umum bahwa kota Bandung dipenuhi segudang kreatifitas didalamnya. Anak-anak yang kreatif dan inovatif banyak terlahir di kota kembang ini. Bandung dikenal sebagai  kota dengan segudang kreatifitas. Banyak komunitas-komunitas kreatif yang lahir dari kota ini. Dari mulai komunitas belajar, komunitas nongkrong bareng, komunitas musik, komunitas olahraga, dan masih banyak lagi. Komunitas itu dibentuk atas dasar hoby yang sama yang disatu padukan dalam suatu wadah untuk menampung minat dan bakat yang sama.

    Di Bandung penulis menemukan salah satu komunitas peduli sosial atau rumah belajar yang terletak di kampung terpencil, yakni kampung Sindangsari, kelurahan manggahang, kecamatan Baleendah, Kab.Bandung. yang bernama “Rumah Pelangi”. Rumah pelangi terinspirasi akan pentingnya ruang bermain dan belajar bagi anak-anak. Masa kanak-kanak merupakan masa pertumbuhan dan pembelajaran yang pesat.

    Pengalaman yang diperoleh seorang anak pada masa ini memiliki dampak yang besar terhadap perkembangannya di masa depan. Anak-anak tentunya akan jenuh dengan rutinitas yang setiap harinya diisi dengan belajar di sekolah. Mereka butuh mengexplore kemampuan mereka dalam bidang lain. Rumah pelangi adalah pendidikan alternatif, sanggar atau wadah belajar yang dilandasi dengan kreatifitas seseorang atau anak didik agar lebih baik dalam belajar.

    Disini anak-anak bukan hanya belajar dalam bidang akademik saja, mereka belajar tentang keterampilan, belajar tentang kehidupan, belajar peduli lingkungan. Belajar menghargai orang lain serta mengaplikasikan suasana belajar dengan penyampaian sambil bermaindan santai namun mengasah otak. Disini juga mereka  belajar tentang bersosial yang baik.

    Miris jika mengingat pada zaman yang serba canggih ini bersosialisasi dengan antar sesama sudah mulai terkikis dengan hadirnya teknologi pendukung “Sosial Media” sehingga anak-anak di zaman sekarang ini malah lebih asik berinteraksi dengan teman-teman di dunia maya dibandingkan dengan orang-orang yang ada di sekitar mereka. Mereka lebih sibuk dengan gadget mereka sendiri. Rumah Pelangi dibentuk atas suatu visi “mengembangkan potensi kecerdasan anak dan meningkatkan kreatifitas anak”.

    Rumah pelangi berupaya menjadi wadah belajar bagi anak-anak yang ingin menggali potensinya di bidang lain. Disamping kewajiban mereka yang dituntut untuk belajar formal di sekolah. Diawal tahun 2014 ini, Rumah pelangi membuat gebrakan melalui suatu acara, dengan tujuan untuk lebih memperkenalkan keberadaan Rumah Pelangi pada masyarakat luas, sekaligus untuk memperingati dua tahun berdirinya Rumah Pelangi, rumah pelangi lahir pada 6 januari 2012, namun acara hari peringatannya diselenggarakan pada 12 januari 2014 dan bertempat di desa manggahang, yang jatuh pada hari minggu kemarin.

    Acara tersebut diberi nama “Sate Pepes” (Show And Talent Pameran dan Pentas Seni) sono kaulinan barudak baheula (Rindu permainan anak-anak zaman dahulu). Merupakan suatu acara yang berkaitan dengan Budaya Sunda. Acara ini merupakan bentuk apresiasi para kakak-kakak relawan Rumah Pelangi kepada anak-anak yang selama ini sudah mengemban ilmu di Rumah Pelangi.

    Dan merupakan bentuk kepedulian terhadap permainan-permainan tradisional Jawa Barat pada zaman dahulu. Serta bukan hanya permainan-permainan zaman dahulu saja yang ditampilkan disini, di acara ini juga menyediakan kuliner-kuliner Jawa Barat zaman dahulu, dengan tujuan mengingatkan kembali pada masyarakat bahwa kuliner-kuliner zaman dahulu tidak akan pernah hilang dimakan zaman.




    Sate Pepes ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi anak-anak terhadap karya seni, meningkatkan apresiasi anak terhadap karya seni, memberikan motivasi kepada anak-anak dalam meningkatkan prestasi dan membudayakan permainan zaman dahulu dan budaya lokal. Serta membangun kebanggaan akan budaya Sunda sendiri dari segi kuliner maupun segi kebudayaannya agar tidak hilang dimakan zaman ataupun di kalim oleh Negara lain.

    Rangkaian acaranya dimulai dengan penyambutan tamu undangan melalui upacara adat Lengser, dengan ditampilkannya tarian merak, serta diiringi oleh alunan lagu Kecapi Raga (Raga Percussion). Dibulan januari yang siklusnya sedang memasuki musim hujan, tentunya hujan deras pun mengguyur kampung Sindangsari ini, sehingga menyebabkan terhambatnya jadwal acara yang telah ditetapkan.

    Bukan itu saja lapangan yang akan digunakan upacara adat digenangi air, hingga banjir,  setelah hujan agak mereda upacara adat dimulai, meskipun dalam keadaan hujan gerimis serta banjir yang menggenangi lapangan, tidak mengalahkan semangat anak-anak untuk tampil menghibur penonton serta tamu yang sudah hadir. Setelah upacara adat selesai dilanjutkan dengan sambutan Ketua pelaksana yakni Asep Suhendar yang juga sebagai pendiri Rumah Pelangi.

    "Tahun kemarin kita mengexplore kota dengan mengunjungi beberapa tempat di kota bandung termasuk museum Geologi, bandung. Untuk tahun ini kita ingin lebih memperkenalkan Rumah Pelangi pada masyarakat luas, dan untuk tahun depan kita akan memberikan kejutan lain untuk menyambut ulang tahun Rumah Pelangi yang selanjutnya" Ujar Asep saat dalam Sambutannya.

    Dilanjut dengan menyanyikan lagu "sabilulungan" lagu tradisional Jawa Barat oleh kelompok anak-anak yang tergabung dalam "Rampak Sekar". Apa itu rampak sekar ?. Menurut sejarah arti "rampak" itu serempak atau bersama-sama. Sedangkan "sekar" memiliki arti bernyanyi. Jadi dapat kita simpulkan Rampak Sekar itu adalah Bernyanyi secara bersama-sama.

    Dilanjut dengan pembacaan puisi-puisi karya anak-anak, kemudian dilanjutkan dengan menampilkan Kaulinan Barudak Baheula (permainan anak zaman dahulu). Melalui ini kami mengajak anak-anak mencintai permainan zaman dahulu yang pada dasarnya sangat unik dan memiliki manfaat tertentu, baik dari segi kebersamaannya maupun dalam interaksi sosialnya.

    Berbeda dengan permainan masa kini yang lebih bertumpu kepada kesenangan individualis. Hal ini dengan tidak sadar mengajarkan anak-anak menjadi egois, hanya mengenal dunianya sendiri, serta berkurangnya rasa peka dan rasa kepedulian terhadap sesama disekelilingnya. Memang dengan kehadiran teknologi yang begitu pesat, selebihnya dapat mendukung kecerdasan anak, namun dari segi sosialisme dengan antar sesama dan segi kreatifitasnya sangat kurang dipupuk, karna dengan teknologi semuanya menjadi serba instan.

    Melalui acara Sate Pepes ini kami mencoba mengingatkan kembali permainan tradisional yang sudah mulai dilupakan. "Harapan diadakannya Sate Pepes ini, kita mencoba melestarikan lagi kebudayaan sunda, istilahnya Ngamumule Budaya Sunda" ujar Asep saat diwawancarai, kemarin. Acara ini juga dihadiri oleh beberapa komunitas pendidik lainnya yang ada di kota Bandung. Seperti teman-teman dari Bincang Edukasi, Sahabat Kota, dan Semesterian.

    Mereka sangat mengapresiasi serta memotivasi penuh kepada anak-anak maupun para relawan Rumah pelangi. Mereka juga menyadari memang banyak ditemukan kendala-kendala pada saat pelaksanaan, namun mereka memandang bukan dari hal itu, mereka sangat mengapresiasi kegigihan para relawan serta semangat anak-anak yang meskipun dalam keadaan apapun tetap melanjutkan acara.

    "Tujuan diadakannya acara ini ya untuk mengenalkan Rumah Pelangi ke masyarakat luas, setiap orang pasti memiliki persepsi yang berbeda masing-masing tentang acara ini, tapi bagi saya pribadi, Sangat luar biasa, saya puas sekali" Ujar Ardi Putra Pratama, selaku bagian Koordinator Lapangan dan Art Director.  
    Kesan dari acara Sate Pepes ini "Sangat Luar Biasa" acara ini juga tidak terlepas dari jasa-jasa para relawan yang terus berusaha memberikan yang terbaik demi mensuksesan jalannya acara.

    Beruntung, ketika negara ini masih disibukkan dengan berbagai problematika tentang generasi penerus bangsa yang rusak moralnya, karena dampak dari gencarnya teknologi yang semakin hari semakin canggih.
    Karena dapat dengan mudahnya mengakses situs-situs terlarang, sehingga menjerumuskan mereka ke jurang kriminalitas.

    Ternyata masih ada elemen-elemen dari masyarakat yang ingin memperbaiki generasi muda dan mencoba terjun langsung membantu sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki dengan menjadi tenaga pengajar untuk menghasilkan generasi selanjutnya yang lebih baik, terdidik, kreatif serta inovatif.

    Oleh :
    Lusi Gasela (1211405080)
    Ilmu Komunikasi Jurnalistik
    Fakultas Dakwah dan Komunikasi
    Universitas Islam Negri Sunan Gunung Djati Bandung


    Sate Pepes di Rumah Pelangi

    Posted by Lusi Gasela No comments


    Sudah menjadi rahasia umum bahwa kota Bandung dipenuhi segudang kreatifitas didalamnya. Anak-anak yang kreatif dan inovatif banyak terlahir di kota kembang ini. Bandung dikenal sebagai  kota dengan segudang kreatifitas. Banyak komunitas-komunitas kreatif yang lahir dari kota ini. Dari mulai komunitas belajar, komunitas nongkrong bareng, komunitas musik, komunitas olahraga, dan masih banyak lagi. Komunitas itu dibentuk atas dasar hoby yang sama yang disatu padukan dalam suatu wadah untuk menampung minat dan bakat yang sama.

    Di Bandung penulis menemukan salah satu komunitas peduli sosial atau rumah belajar yang terletak di kampung terpencil, yakni kampung Sindangsari, kelurahan manggahang, kecamatan Baleendah, Kab.Bandung. yang bernama “Rumah Pelangi”. Rumah pelangi terinspirasi akan pentingnya ruang bermain dan belajar bagi anak-anak. Masa kanak-kanak merupakan masa pertumbuhan dan pembelajaran yang pesat.

    Pengalaman yang diperoleh seorang anak pada masa ini memiliki dampak yang besar terhadap perkembangannya di masa depan. Anak-anak tentunya akan jenuh dengan rutinitas yang setiap harinya diisi dengan belajar di sekolah. Mereka butuh mengexplore kemampuan mereka dalam bidang lain. Rumah pelangi adalah pendidikan alternatif, sanggar atau wadah belajar yang dilandasi dengan kreatifitas seseorang atau anak didik agar lebih baik dalam belajar.

    Disini anak-anak bukan hanya belajar dalam bidang akademik saja, mereka belajar tentang keterampilan, belajar tentang kehidupan, belajar peduli lingkungan. Belajar menghargai orang lain serta mengaplikasikan suasana belajar dengan penyampaian sambil bermaindan santai namun mengasah otak. Disini juga mereka  belajar tentang bersosial yang baik.

    Miris jika mengingat pada zaman yang serba canggih ini bersosialisasi dengan antar sesama sudah mulai terkikis dengan hadirnya teknologi pendukung “Sosial Media” sehingga anak-anak di zaman sekarang ini malah lebih asik berinteraksi dengan teman-teman di dunia maya dibandingkan dengan orang-orang yang ada di sekitar mereka. Mereka lebih sibuk dengan gadget mereka sendiri. Rumah Pelangi dibentuk atas suatu visi “mengembangkan potensi kecerdasan anak dan meningkatkan kreatifitas anak”.

    Rumah pelangi berupaya menjadi wadah belajar bagi anak-anak yang ingin menggali potensinya di bidang lain. Disamping kewajiban mereka yang dituntut untuk belajar formal di sekolah. Diawal tahun 2014 ini, Rumah pelangi membuat gebrakan melalui suatu acara, dengan tujuan untuk lebih memperkenalkan keberadaan Rumah Pelangi pada masyarakat luas, sekaligus untuk memperingati dua tahun berdirinya Rumah Pelangi, rumah pelangi lahir pada 6 januari 2012, namun acara hari peringatannya diselenggarakan pada 12 januari 2014 dan bertempat di desa manggahang, yang jatuh pada hari minggu kemarin.

    Acara tersebut diberi nama “Sate Pepes” (Show And Talent Pameran dan Pentas Seni) sono kaulinan barudak baheula (Rindu permainan anak-anak zaman dahulu). Merupakan suatu acara yang berkaitan dengan Budaya Sunda. Acara ini merupakan bentuk apresiasi para kakak-kakak relawan Rumah Pelangi kepada anak-anak yang selama ini sudah mengemban ilmu di Rumah Pelangi.

    Dan merupakan bentuk kepedulian terhadap permainan-permainan tradisional Jawa Barat pada zaman dahulu. Serta bukan hanya permainan-permainan zaman dahulu saja yang ditampilkan disini, di acara ini juga menyediakan kuliner-kuliner Jawa Barat zaman dahulu, dengan tujuan mengingatkan kembali pada masyarakat bahwa kuliner-kuliner zaman dahulu tidak akan pernah hilang dimakan zaman.




    Sate Pepes ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi anak-anak terhadap karya seni, meningkatkan apresiasi anak terhadap karya seni, memberikan motivasi kepada anak-anak dalam meningkatkan prestasi dan membudayakan permainan zaman dahulu dan budaya lokal. Serta membangun kebanggaan akan budaya Sunda sendiri dari segi kuliner maupun segi kebudayaannya agar tidak hilang dimakan zaman ataupun di kalim oleh Negara lain.

    Rangkaian acaranya dimulai dengan penyambutan tamu undangan melalui upacara adat Lengser, dengan ditampilkannya tarian merak, serta diiringi oleh alunan lagu Kecapi Raga (Raga Percussion). Dibulan januari yang siklusnya sedang memasuki musim hujan, tentunya hujan deras pun mengguyur kampung Sindangsari ini, sehingga menyebabkan terhambatnya jadwal acara yang telah ditetapkan.

    Bukan itu saja lapangan yang akan digunakan upacara adat digenangi air, hingga banjir,  setelah hujan agak mereda upacara adat dimulai, meskipun dalam keadaan hujan gerimis serta banjir yang menggenangi lapangan, tidak mengalahkan semangat anak-anak untuk tampil menghibur penonton serta tamu yang sudah hadir. Setelah upacara adat selesai dilanjutkan dengan sambutan Ketua pelaksana yakni Asep Suhendar yang juga sebagai pendiri Rumah Pelangi.

    "Tahun kemarin kita mengexplore kota dengan mengunjungi beberapa tempat di kota bandung termasuk museum Geologi, bandung. Untuk tahun ini kita ingin lebih memperkenalkan Rumah Pelangi pada masyarakat luas, dan untuk tahun depan kita akan memberikan kejutan lain untuk menyambut ulang tahun Rumah Pelangi yang selanjutnya" Ujar Asep saat dalam Sambutannya.

    Dilanjut dengan menyanyikan lagu "sabilulungan" lagu tradisional Jawa Barat oleh kelompok anak-anak yang tergabung dalam "Rampak Sekar". Apa itu rampak sekar ?. Menurut sejarah arti "rampak" itu serempak atau bersama-sama. Sedangkan "sekar" memiliki arti bernyanyi. Jadi dapat kita simpulkan Rampak Sekar itu adalah Bernyanyi secara bersama-sama.

    Dilanjut dengan pembacaan puisi-puisi karya anak-anak, kemudian dilanjutkan dengan menampilkan Kaulinan Barudak Baheula (permainan anak zaman dahulu). Melalui ini kami mengajak anak-anak mencintai permainan zaman dahulu yang pada dasarnya sangat unik dan memiliki manfaat tertentu, baik dari segi kebersamaannya maupun dalam interaksi sosialnya.

    Berbeda dengan permainan masa kini yang lebih bertumpu kepada kesenangan individualis. Hal ini dengan tidak sadar mengajarkan anak-anak menjadi egois, hanya mengenal dunianya sendiri, serta berkurangnya rasa peka dan rasa kepedulian terhadap sesama disekelilingnya. Memang dengan kehadiran teknologi yang begitu pesat, selebihnya dapat mendukung kecerdasan anak, namun dari segi sosialisme dengan antar sesama dan segi kreatifitasnya sangat kurang dipupuk, karna dengan teknologi semuanya menjadi serba instan.

    Melalui acara Sate Pepes ini kami mencoba mengingatkan kembali permainan tradisional yang sudah mulai dilupakan. "Harapan diadakannya Sate Pepes ini, kita mencoba melestarikan lagi kebudayaan sunda, istilahnya Ngamumule Budaya Sunda" ujar Asep saat diwawancarai, kemarin. Acara ini juga dihadiri oleh beberapa komunitas pendidik lainnya yang ada di kota Bandung. Seperti teman-teman dari Bincang Edukasi, Sahabat Kota, dan Semesterian.

    Mereka sangat mengapresiasi serta memotivasi penuh kepada anak-anak maupun para relawan Rumah pelangi. Mereka juga menyadari memang banyak ditemukan kendala-kendala pada saat pelaksanaan, namun mereka memandang bukan dari hal itu, mereka sangat mengapresiasi kegigihan para relawan serta semangat anak-anak yang meskipun dalam keadaan apapun tetap melanjutkan acara.

    "Tujuan diadakannya acara ini ya untuk mengenalkan Rumah Pelangi ke masyarakat luas, setiap orang pasti memiliki persepsi yang berbeda masing-masing tentang acara ini, tapi bagi saya pribadi, Sangat luar biasa, saya puas sekali" Ujar Ardi Putra Pratama, selaku bagian Koordinator Lapangan dan Art Director.  
    Kesan dari acara Sate Pepes ini "Sangat Luar Biasa" acara ini juga tidak terlepas dari jasa-jasa para relawan yang terus berusaha memberikan yang terbaik demi mensuksesan jalannya acara.

    Beruntung, ketika negara ini masih disibukkan dengan berbagai problematika tentang generasi penerus bangsa yang rusak moralnya, karena dampak dari gencarnya teknologi yang semakin hari semakin canggih.
    Karena dapat dengan mudahnya mengakses situs-situs terlarang, sehingga menjerumuskan mereka ke jurang kriminalitas.

    Ternyata masih ada elemen-elemen dari masyarakat yang ingin memperbaiki generasi muda dan mencoba terjun langsung membantu sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki dengan menjadi tenaga pengajar untuk menghasilkan generasi selanjutnya yang lebih baik, terdidik, kreatif serta inovatif.

    Oleh :
    Lusi Gasela (1211405080)
    Ilmu Komunikasi Jurnalistik
    Fakultas Dakwah dan Komunikasi
    Universitas Islam Negri Sunan Gunung Djati Bandung


    Resensi Situs Berita Online : detik.com

     

    Nama Situs : detik.com
    Tahun Peluncuran : 30 Mei 1998
    Konten : News, Finance, Hot, Net, Sport, Oto, Food, Health, Wolipop, detikTv, myTrans, Travel, detikFoto.


     
    Sumber Ilustrasi/ http://www.detik.com/


    Sebenarnya server detikcom sudah bisa diakses pada 30 Mei 1998. Namun dapat mulai dinikmati dengan sajian lengkap pada 9 Juli 1998. Pada tanggal inilah disahkan juga sebagai hari lahirnya detikcom. Detikcom didirikan oleh Budiono Darsono(eks wartawan DeTik), Yayan Sofyan(eks wartawan DeTik), Abdul Rahman (mantan wartawan Tempo) dan Didi Nugrahadi.

    Pada awal peliputan deticom memfokuskan kepada berita politik, ekonomi, dan teknologi informasi. Namun ketika situasi politik sudah kian mereda detikcom mencoba membuka situs berita hiburan dan olahraga. Kepemilikan situs detikcom pada saat ini dipegang oleh CT Crop (PT Agranet Multicitra Siberkom/Agrakom).

    Pada 3 Agustus 2011, Chairul Tanjung, pemilik CT Crop membeli detikcom sepenuhnya yakni (100 persen) dengan nilai US$60 juta atau Rp 521-540 miliar. Dan kemudian seluruh jajaran direksi detikcom diisi oleh pihak-pihak dari Trans Corp.

    Sesuai dengan slogan mereka "Kenapa Tunggu Besok kalau detik ini juga anda sudah tahu informasi". Detikcom terlahir dari adanya gagasan untuk membuat situs berita yang cepat terupdate. Dalam hitungan menit, bukan lagi harian seperti layaknya Koran. Gagasan itu lahir dari ide Budiono yang sepertinya mencontek gaya breaking news televisi CNN tetapi ala internet. Detikcom terlahir memang sangat unik. Jangankan di Indonesia, diseluruh dunia pun waktu itu tidak ada Portal Berita macam detik.com.

    Detikcom dicap sebagai Portal Berita Pertama yang lahir di Indonesia. Berdasarkan data Merlyna Lim, 2012 detik.com menduduki peringkat ke-11 dari tabel Top 50 Sites in Indonesia. Sementara itu menurut data dari Alexa, pada tahun 2014 detik.com menduduki peringkat ke-327 di tingkat global, dan peringkat ke-9 di Indonesia. Dan data dari StateShow menyebutkan, pengguna detikcom mencapai 60.576.990, dan sekitar 96.923.220 pageview setiap bulan.

    Kelebihan dari detikcom dapat menjadi gudang ide bagi para penulis. Baik untuk penulis di media massa ataupun buku. Bagi penulis media massa seperti halnya Koran dapat menjadi referensi informasi berita terkini dan teraktual. Kehadiran berita yang aktual membuat mudahnya para penulis untuk menuliskan ide lanjutan dari berita tersebut.

    Detikcom juga dapat menjadi media yang mendidik pembaca menjadi analis, karena dengan berbagai konten yang tersedia di detikcom. Bacaan apapun yang anda minati membacanya dapat menjadi cikal bakal analisis terkini. Lantaran manfaat detikcom dalam penyampaian fakta-fakta yang terjadi, serta menjadi referensi utama anda dalam mencari info terkini. Oleh karena itu detikcom masih menjadi pilihan utama media awal untuk membentuk pembaca menjadi analis.

    Kelebihan lainnya yang dimiliki detikcom yakni, secara cepat memberikian informasi yang didapat dari masyarakat. Dalam prakteknya ini update berita dilakukan terus menerus selama 24 jam. Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti masyarakat. Mudah mengaksesnya melalui teknologi apapun, computer maupun telepon genggam. Adanya interaksi pembaca melaui forum pembaca. Serta disukung oleh watrawan professional yang memapu menyajikan berita bermutu.

    Namun dibalik semua kelebihan tersebut, terselip kekurangan yang menjadikan pembaca kurang antusias dalam mencari berita dikarenakan banyaknya iklan yang muncul ketika mengaksesnya. Mereka disuguhi iklan setiap memasuki suatu konten. Memang keberadaan iklan sangat penting bagi media berbasis online untuk meraih keuntungan. Namun bukan berarti pula untuk menampilkan iklan yang begitu ramai.

    Titik minus detikcom terletak disini. Meskipun begitu, Portal Berita yang pertama muncul di dunia ini, selalu dapat mempertahankan konsistensinya dalam penyampaian berita terkini untuk khalayak pembacanya. Masih banyak yang minat untuk membaca dan mengakses berbagai berita di akun detikcom ini.

    sumber referensi :
    http://id.wikipedia.org/wiki/DetikCom
    http://www.alexa.com/siteinfo/detik.com
    http://www.statshow.com/www/detik.com
    http://www.anneahira.com

    Resensi Situs Berita Online : detik.com

    Posted by Lusi Gasela 2 comments

     

    Nama Situs : detik.com
    Tahun Peluncuran : 30 Mei 1998
    Konten : News, Finance, Hot, Net, Sport, Oto, Food, Health, Wolipop, detikTv, myTrans, Travel, detikFoto.


     
    Sumber Ilustrasi/ http://www.detik.com/


    Sebenarnya server detikcom sudah bisa diakses pada 30 Mei 1998. Namun dapat mulai dinikmati dengan sajian lengkap pada 9 Juli 1998. Pada tanggal inilah disahkan juga sebagai hari lahirnya detikcom. Detikcom didirikan oleh Budiono Darsono(eks wartawan DeTik), Yayan Sofyan(eks wartawan DeTik), Abdul Rahman (mantan wartawan Tempo) dan Didi Nugrahadi.

    Pada awal peliputan deticom memfokuskan kepada berita politik, ekonomi, dan teknologi informasi. Namun ketika situasi politik sudah kian mereda detikcom mencoba membuka situs berita hiburan dan olahraga. Kepemilikan situs detikcom pada saat ini dipegang oleh CT Crop (PT Agranet Multicitra Siberkom/Agrakom).

    Pada 3 Agustus 2011, Chairul Tanjung, pemilik CT Crop membeli detikcom sepenuhnya yakni (100 persen) dengan nilai US$60 juta atau Rp 521-540 miliar. Dan kemudian seluruh jajaran direksi detikcom diisi oleh pihak-pihak dari Trans Corp.

    Sesuai dengan slogan mereka "Kenapa Tunggu Besok kalau detik ini juga anda sudah tahu informasi". Detikcom terlahir dari adanya gagasan untuk membuat situs berita yang cepat terupdate. Dalam hitungan menit, bukan lagi harian seperti layaknya Koran. Gagasan itu lahir dari ide Budiono yang sepertinya mencontek gaya breaking news televisi CNN tetapi ala internet. Detikcom terlahir memang sangat unik. Jangankan di Indonesia, diseluruh dunia pun waktu itu tidak ada Portal Berita macam detik.com.

    Detikcom dicap sebagai Portal Berita Pertama yang lahir di Indonesia. Berdasarkan data Merlyna Lim, 2012 detik.com menduduki peringkat ke-11 dari tabel Top 50 Sites in Indonesia. Sementara itu menurut data dari Alexa, pada tahun 2014 detik.com menduduki peringkat ke-327 di tingkat global, dan peringkat ke-9 di Indonesia. Dan data dari StateShow menyebutkan, pengguna detikcom mencapai 60.576.990, dan sekitar 96.923.220 pageview setiap bulan.

    Kelebihan dari detikcom dapat menjadi gudang ide bagi para penulis. Baik untuk penulis di media massa ataupun buku. Bagi penulis media massa seperti halnya Koran dapat menjadi referensi informasi berita terkini dan teraktual. Kehadiran berita yang aktual membuat mudahnya para penulis untuk menuliskan ide lanjutan dari berita tersebut.

    Detikcom juga dapat menjadi media yang mendidik pembaca menjadi analis, karena dengan berbagai konten yang tersedia di detikcom. Bacaan apapun yang anda minati membacanya dapat menjadi cikal bakal analisis terkini. Lantaran manfaat detikcom dalam penyampaian fakta-fakta yang terjadi, serta menjadi referensi utama anda dalam mencari info terkini. Oleh karena itu detikcom masih menjadi pilihan utama media awal untuk membentuk pembaca menjadi analis.

    Kelebihan lainnya yang dimiliki detikcom yakni, secara cepat memberikian informasi yang didapat dari masyarakat. Dalam prakteknya ini update berita dilakukan terus menerus selama 24 jam. Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti masyarakat. Mudah mengaksesnya melalui teknologi apapun, computer maupun telepon genggam. Adanya interaksi pembaca melaui forum pembaca. Serta disukung oleh watrawan professional yang memapu menyajikan berita bermutu.

    Namun dibalik semua kelebihan tersebut, terselip kekurangan yang menjadikan pembaca kurang antusias dalam mencari berita dikarenakan banyaknya iklan yang muncul ketika mengaksesnya. Mereka disuguhi iklan setiap memasuki suatu konten. Memang keberadaan iklan sangat penting bagi media berbasis online untuk meraih keuntungan. Namun bukan berarti pula untuk menampilkan iklan yang begitu ramai.

    Titik minus detikcom terletak disini. Meskipun begitu, Portal Berita yang pertama muncul di dunia ini, selalu dapat mempertahankan konsistensinya dalam penyampaian berita terkini untuk khalayak pembacanya. Masih banyak yang minat untuk membaca dan mengakses berbagai berita di akun detikcom ini.

    sumber referensi :
    http://id.wikipedia.org/wiki/DetikCom
    http://www.alexa.com/siteinfo/detik.com
    http://www.statshow.com/www/detik.com
    http://www.anneahira.com

    Rumah Pelangi, Gudangnya Senyum,Semangat, dan Ceria


    Sudah menjadi rahasia umum bahwa Bandung dipenuhi segudang kreatifitas didalamnya. Anak-anak yang kreatif dan inovatif banyak terlahir di kota kembang ini. Namun kebanyakan dari orang tua mereka lebih menginginkan anak-anaknya belajar dan pintar di sekolah saja, tanpa melirik ada segudang potensi yang dimiliki anak-anak mereka. Padahal jika ditilik lebih jauh lagi mereka mempunyai bakat-bakat luar biasa dibandingkan harus pintar saja di sekolah.
     Karna yang namanya pintar tidak harus disekolah saja bahkan ada pula anak yang lebih kreatif dan inovatif ketika berada diluar ruangan sekolah. Rumah pelangi terinspirasi akan pentingnya ruang bermain dan belajar bagi anak-anak. Masa kanak-kanak merupakan masa pertumbuhan dan pembelajaran yang pesat. Pengalaman yang diperoleh seorang anak pada masa ini memiliki dampak yang besar terhadap perkembangannya di masa depan. 
    Anak-anak tentunya akan jenuh dengan rutinitas yang setiap harinya diisi dengan belajar di sekolah. Mereka butuh mengexplore kemampuan mereka dalam bidang lain.
    Rumah Pelangi terbentuk pada 6 Januari 2012. Di Bandung tepatnya di Desa.Sindang Sari, Kec.Manggahang, Kab.Bandung dan didirikan oleh 2 orang yang bernama, Asep Suhendar S, dan Rendypriansyah.

    Berangkat dari kegagalan mereka mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negri(SNMPTN). Mereka pun down berat, akan tetapi mereka tak ingin terus berlarut-larut dalam keadaan seperti itu. Mereka harus bangkit dari keterpurukan itu. Asep, dan Rendy memutar otak bagaimana caranya agar mereka memiliki kegiatan dari pada menjadi seorang pengangguran yang tak berguna.

    Mereka mencari kegiatan-kegiatan dengan menjadi aktifis dan aktif di suatu komunitas rumah belajar “Rumah Mentari” yang bertempat di Dago Atas,Bandung. Setelah hampir 2 bulan berinteraksi dengan anak-anak “Dari situ saya merasakan sesuatu yang berbeda pada diri saya saat berkecimpung dengan anak-anak” ujar asep

    Meskipun jarak tempuh dari rumah nya menuju Rumah Mentari lumayan jauh, ia tetap nekat untuk terus berkunjung dan memberikan pengajaran disana. Karena itu sesuai keinginan dari dasar hati. Bahkan keluarganya pun tak mendukung sama sekali apa yang dilakukan asep dan ber-argumen “Ngapain jauh-jauh kesana, gada gunanya, dan habis-habisin uang juga kan?”. ia tidak pernah menggubris omongan-omongan yang akan menghentikan langkahnya, karna di sisi lain ada suatu kepuasan dari batinnya.

    Dia merasakan menjadi seseorang yang berbeda ketika bergaul bersama anak-anak, dari situ ia berfikiran, “kenapa sih, saya harus jauh-jauh untuk mengajarkan anak-anak, mengapa tidak dimulai dari kampung saya sendiri?”ujar Asep

    Meski usia para pendirinya masih cenderung muda rata-rata kini menginjak (19th). Namun sifat solidaritas dan sosialismenya bisa mengalahkan keterbatasan mereka yang belum dikaruniai kesempatan untuk duduk di bangku perkuliahan. Dan mampu mewujudkan suatu Komunitas Rumah berlajar yang bermanfaat bagi anak-anak desa Sindang Sari ini.

    Beruntung, ketika nengara ini masih disibukkan dengan berbagai problematika tentang anak-anak yang rusak moralnya karna dampak dari gencarnya teknologi yang semakin hari semakin canggih dan berdampak pada anak-anak sehingga menjerumuskan anak-anak ke dunia kriminalitas. Masih ada elemen-elemen dari masyarakat yang ingin memperbaiki generasi muda dan mencoba terjun langsung membantu sesuai kekuatan mereka. Untuk menghasilkan anak-anak yang lebih kreatif dan inovatif.

    Kegiatan-Kegiatan
        Sebelum memulai belajar, berkarya, dan bermain tak lupa anak-anak berdoa dahulu dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya”. Setelah itu mereka melakukan Ice Breaking kuang lebih selama 10 menit untuk mencairkan suasana. Kemudian memberikan misi kepada anak-anak yaitu :

    o    Bertanggung Jawab
    o    Saling memaafkan dan meminta maaf atas segala kesalahan disengaja maupun tidak disengaja
    o    Menyayangi dan menghargai orang lain, termasuk teman-temannya
    o    Menghormati, dan mematuhi Orang Tua.

    Sebelum memulai kegiatan. Kakak-kakak nya terlebih dahulu yang memberi contoh kepada anak-anak. Pemahaman yang kami dapatkan, kami terapkan dan kembangkan kepada anak-anak. Walaupun sederhana anak-anak pun mulai untuk belajar, berkarya, dan bermain.

    Anak-anak yang belajar di rumah pelangi mencapai hingga 120 anak, Fantastis bukan ?. Namun ya begitu yang namanya anak-anak ada rasa jenuhnya, terkadang hadir dan tidak. Meskipun tidak tertampung semuanya dalam satu ruangan, kami memanfaatkan ruangan yang ada. Jadi ada sebagian yang bermain kesawah, ada yang main dihalaman depan, dan sebagian ada yang belajar didalam rumah. Jadi kami bagi-bagi tugas saja untuk mengelola anak-anak.






    Kegiatan yang dilakukan diantaranya, anak-anak membuat bunga-bungaan dari limbah plastik dan menuliskan bagian-bagian apa saja yang terdapat dalam bunga, sebagian yang sedang bernyanyi-nyayi, sebagian ada yang les matematika, belajar berhitung, bermain keluar dan mengamati benda-benda dan mahluk hidup. Mereka mengamati bentuknya, ciri-cirinya, manfaatnya bagi kehidupan kita.

    Dan ada juga sebagian anak-anak yang belajar menggambar dan diajak berimajinasi. Karna jumlahnya yang lumayan banyak, para pengajar pun dibagi-bagi sesuai minat anak-anak yang ingin menggali potensinya. Mereka belajar dibagi-bagi, karena keterbatasan tempat yang mereka miliki. Namun semua itu bukan menjadi hambatan mereka untuk terus berkarya dan menggali potensi diri. Mereka terus semangat dalam melawati hari-hari mereka di Rumah Pelangi. 

    Mereka memanfaatkan ruang yang ada. Sebelumnya rumah pelangi menumpang ke rumah salah satu pendiri yakni Asep. Akhirnya, Rumah Pelangi ingin mandiri dan memiliki Rumah Belajar sendiri. Berangkat dari dorongan anak-anak juga yang ingin memiliki Rumah Pelangi. Namun, mereka sadar akan keterbatasan yang mereka miliki, mereka tidak memiliki biaya yang cukup untuk mendirikan rumah pelangi. Dan hingga sat ini belum ada donatur yang membiayai kegiatan kami. 

    Dan akhirnya anak-anak pun rela untuk menyisihkan sebagian uang jajannya selama 3 bulan demi untuk mewujudkan impian mereka membangun Rumah Pelangi. Dan sebagian lagi dari hasil patungan para pendiri. Alhasil, bertepatan dengan jatuhnya hari Kartini 21 april 2013, mereka resmi pindah pertama kali ke Pondok Rumah Pelangi yang mereka impikan.
     

    Untuk pengajaran, rumah pelangi menjadwalkan setiap hari Minggu pukul 15.00-17.00 wib. Bertempat di rumah panggung dengan bilik-bilik. Di tempat pengajaran itu ada perpustakaan seadanya dan sumbangan dari Rumah Mentari, ka Puti. Meskipun tempat yang mereka tempati terkesan jauh dari kelayakan. Itu semua tak mematahkan semangat mereka untuk terus belajar, dan berkarya. Yang penting bagi mereka, mereka dapat berbagi pengalaman, dapat bermain sambil menggali potensi yang mereka miliki dibidang lain.

    Itulah seputar informasi tentang Rumah Pelangi, yang membuat belajar itu lebih menyenangkan, dan memandang dunia dengan lebih ceria. Rumah pelangi lebih mengedepankan kepada belajar sambil bermain dan mengasah kreatifitas para anak-anak.dan menjadikan anak-anak bangga akan hasil yang mereka buat sendiri.
     

    Untuk kalian, anak-anak muda yang ingin gabung ke komunitas ini, atau ingin berkunjung sekalian memberikan pengajaran kepada anak-anak di Rumah Pelangi, bisa follow Twitter @asepsuhendars atau follow komunitasnya di @rumahpelangiii .

    Dari pada waktu senggang kalian diisi dengan hal-hal yang tidak berguna, yuk gabung di komunitas ini dan temukan pengalaman baru. Hidup itu penuh warna seperti pelangi yang selalu memberikan keceriaan kepada seluruh umat manusia. Salam senyum semangat dan ceria

    Rumah Pelangi, Gudangnya Senyum,Semangat, dan Ceria

    Posted by Lusi Gasela No comments


    Sudah menjadi rahasia umum bahwa Bandung dipenuhi segudang kreatifitas didalamnya. Anak-anak yang kreatif dan inovatif banyak terlahir di kota kembang ini. Namun kebanyakan dari orang tua mereka lebih menginginkan anak-anaknya belajar dan pintar di sekolah saja, tanpa melirik ada segudang potensi yang dimiliki anak-anak mereka. Padahal jika ditilik lebih jauh lagi mereka mempunyai bakat-bakat luar biasa dibandingkan harus pintar saja di sekolah.
     Karna yang namanya pintar tidak harus disekolah saja bahkan ada pula anak yang lebih kreatif dan inovatif ketika berada diluar ruangan sekolah. Rumah pelangi terinspirasi akan pentingnya ruang bermain dan belajar bagi anak-anak. Masa kanak-kanak merupakan masa pertumbuhan dan pembelajaran yang pesat. Pengalaman yang diperoleh seorang anak pada masa ini memiliki dampak yang besar terhadap perkembangannya di masa depan. 
    Anak-anak tentunya akan jenuh dengan rutinitas yang setiap harinya diisi dengan belajar di sekolah. Mereka butuh mengexplore kemampuan mereka dalam bidang lain.
    Rumah Pelangi terbentuk pada 6 Januari 2012. Di Bandung tepatnya di Desa.Sindang Sari, Kec.Manggahang, Kab.Bandung dan didirikan oleh 2 orang yang bernama, Asep Suhendar S, dan Rendypriansyah.

    Berangkat dari kegagalan mereka mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negri(SNMPTN). Mereka pun down berat, akan tetapi mereka tak ingin terus berlarut-larut dalam keadaan seperti itu. Mereka harus bangkit dari keterpurukan itu. Asep, dan Rendy memutar otak bagaimana caranya agar mereka memiliki kegiatan dari pada menjadi seorang pengangguran yang tak berguna.

    Mereka mencari kegiatan-kegiatan dengan menjadi aktifis dan aktif di suatu komunitas rumah belajar “Rumah Mentari” yang bertempat di Dago Atas,Bandung. Setelah hampir 2 bulan berinteraksi dengan anak-anak “Dari situ saya merasakan sesuatu yang berbeda pada diri saya saat berkecimpung dengan anak-anak” ujar asep

    Meskipun jarak tempuh dari rumah nya menuju Rumah Mentari lumayan jauh, ia tetap nekat untuk terus berkunjung dan memberikan pengajaran disana. Karena itu sesuai keinginan dari dasar hati. Bahkan keluarganya pun tak mendukung sama sekali apa yang dilakukan asep dan ber-argumen “Ngapain jauh-jauh kesana, gada gunanya, dan habis-habisin uang juga kan?”. ia tidak pernah menggubris omongan-omongan yang akan menghentikan langkahnya, karna di sisi lain ada suatu kepuasan dari batinnya.

    Dia merasakan menjadi seseorang yang berbeda ketika bergaul bersama anak-anak, dari situ ia berfikiran, “kenapa sih, saya harus jauh-jauh untuk mengajarkan anak-anak, mengapa tidak dimulai dari kampung saya sendiri?”ujar Asep

    Meski usia para pendirinya masih cenderung muda rata-rata kini menginjak (19th). Namun sifat solidaritas dan sosialismenya bisa mengalahkan keterbatasan mereka yang belum dikaruniai kesempatan untuk duduk di bangku perkuliahan. Dan mampu mewujudkan suatu Komunitas Rumah berlajar yang bermanfaat bagi anak-anak desa Sindang Sari ini.

    Beruntung, ketika nengara ini masih disibukkan dengan berbagai problematika tentang anak-anak yang rusak moralnya karna dampak dari gencarnya teknologi yang semakin hari semakin canggih dan berdampak pada anak-anak sehingga menjerumuskan anak-anak ke dunia kriminalitas. Masih ada elemen-elemen dari masyarakat yang ingin memperbaiki generasi muda dan mencoba terjun langsung membantu sesuai kekuatan mereka. Untuk menghasilkan anak-anak yang lebih kreatif dan inovatif.

    Kegiatan-Kegiatan
        Sebelum memulai belajar, berkarya, dan bermain tak lupa anak-anak berdoa dahulu dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya”. Setelah itu mereka melakukan Ice Breaking kuang lebih selama 10 menit untuk mencairkan suasana. Kemudian memberikan misi kepada anak-anak yaitu :

    o    Bertanggung Jawab
    o    Saling memaafkan dan meminta maaf atas segala kesalahan disengaja maupun tidak disengaja
    o    Menyayangi dan menghargai orang lain, termasuk teman-temannya
    o    Menghormati, dan mematuhi Orang Tua.

    Sebelum memulai kegiatan. Kakak-kakak nya terlebih dahulu yang memberi contoh kepada anak-anak. Pemahaman yang kami dapatkan, kami terapkan dan kembangkan kepada anak-anak. Walaupun sederhana anak-anak pun mulai untuk belajar, berkarya, dan bermain.

    Anak-anak yang belajar di rumah pelangi mencapai hingga 120 anak, Fantastis bukan ?. Namun ya begitu yang namanya anak-anak ada rasa jenuhnya, terkadang hadir dan tidak. Meskipun tidak tertampung semuanya dalam satu ruangan, kami memanfaatkan ruangan yang ada. Jadi ada sebagian yang bermain kesawah, ada yang main dihalaman depan, dan sebagian ada yang belajar didalam rumah. Jadi kami bagi-bagi tugas saja untuk mengelola anak-anak.






    Kegiatan yang dilakukan diantaranya, anak-anak membuat bunga-bungaan dari limbah plastik dan menuliskan bagian-bagian apa saja yang terdapat dalam bunga, sebagian yang sedang bernyanyi-nyayi, sebagian ada yang les matematika, belajar berhitung, bermain keluar dan mengamati benda-benda dan mahluk hidup. Mereka mengamati bentuknya, ciri-cirinya, manfaatnya bagi kehidupan kita.

    Dan ada juga sebagian anak-anak yang belajar menggambar dan diajak berimajinasi. Karna jumlahnya yang lumayan banyak, para pengajar pun dibagi-bagi sesuai minat anak-anak yang ingin menggali potensinya. Mereka belajar dibagi-bagi, karena keterbatasan tempat yang mereka miliki. Namun semua itu bukan menjadi hambatan mereka untuk terus berkarya dan menggali potensi diri. Mereka terus semangat dalam melawati hari-hari mereka di Rumah Pelangi. 

    Mereka memanfaatkan ruang yang ada. Sebelumnya rumah pelangi menumpang ke rumah salah satu pendiri yakni Asep. Akhirnya, Rumah Pelangi ingin mandiri dan memiliki Rumah Belajar sendiri. Berangkat dari dorongan anak-anak juga yang ingin memiliki Rumah Pelangi. Namun, mereka sadar akan keterbatasan yang mereka miliki, mereka tidak memiliki biaya yang cukup untuk mendirikan rumah pelangi. Dan hingga sat ini belum ada donatur yang membiayai kegiatan kami. 

    Dan akhirnya anak-anak pun rela untuk menyisihkan sebagian uang jajannya selama 3 bulan demi untuk mewujudkan impian mereka membangun Rumah Pelangi. Dan sebagian lagi dari hasil patungan para pendiri. Alhasil, bertepatan dengan jatuhnya hari Kartini 21 april 2013, mereka resmi pindah pertama kali ke Pondok Rumah Pelangi yang mereka impikan.
     

    Untuk pengajaran, rumah pelangi menjadwalkan setiap hari Minggu pukul 15.00-17.00 wib. Bertempat di rumah panggung dengan bilik-bilik. Di tempat pengajaran itu ada perpustakaan seadanya dan sumbangan dari Rumah Mentari, ka Puti. Meskipun tempat yang mereka tempati terkesan jauh dari kelayakan. Itu semua tak mematahkan semangat mereka untuk terus belajar, dan berkarya. Yang penting bagi mereka, mereka dapat berbagi pengalaman, dapat bermain sambil menggali potensi yang mereka miliki dibidang lain.

    Itulah seputar informasi tentang Rumah Pelangi, yang membuat belajar itu lebih menyenangkan, dan memandang dunia dengan lebih ceria. Rumah pelangi lebih mengedepankan kepada belajar sambil bermain dan mengasah kreatifitas para anak-anak.dan menjadikan anak-anak bangga akan hasil yang mereka buat sendiri.
     

    Untuk kalian, anak-anak muda yang ingin gabung ke komunitas ini, atau ingin berkunjung sekalian memberikan pengajaran kepada anak-anak di Rumah Pelangi, bisa follow Twitter @asepsuhendars atau follow komunitasnya di @rumahpelangiii .

    Dari pada waktu senggang kalian diisi dengan hal-hal yang tidak berguna, yuk gabung di komunitas ini dan temukan pengalaman baru. Hidup itu penuh warna seperti pelangi yang selalu memberikan keceriaan kepada seluruh umat manusia. Salam senyum semangat dan ceria

    Wartawan jurnalistik online wajib punya skill bloging '




    Apa itu jurnalistik ?Jurnalistik sendiri merupakan proses pencarian, pengolahan informasi kemudian disebarkan kepada khalayak. Jurnalistik semakin berkembang dari waktu ke waktu sesuai peradaban zaman.Sehingga terlahir jurnalistik masakini. Apa itu jurnalistik masakini ? Jurnalistik yang bukan hanya terpaku mencari mengolah informasi kemudian menyebarkannya ,namun jurnalistik masakini, merupakan jurnalis yang  mampu mengimbangi serta beradaptasi dengan berbagai kemajuan zaman. 

    Mengingat jaman masa kini adalah masa era teknologi semakin canggih. Maka dari itu sangat penting adanya jurnalistik masa kini yang serba kompeten dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya. Apakah seorang wartawan jurnalistik online wajib memiliki skill blogging ? Penulisberpendapat, wajib . Karena dilirik dari panggilan namanya yakni "wartawanJurnalistik Online" sangat tidak etis jika wartawan jurnalistik tidak mahir berselancar online, apalagi tidak memiliki skill blogging . 

    Wartawan media online dituntut harus serba bisa, wartawan online tidak hanya harus bisa menulis berita, namun harus mampu berdiri dalam kondisi apapun, mampu masuk dan beradaptasi dengan berbagai hal, berwawasan luas , tau sedikit tentang banyak, mampu berinteraksi dengan baik sesuai etika. 
    Dikutip dari romeltea.com, pengertian jurnalistik online adalah, aktivitas jurnalistik yang memanfaatkan internet sebagai medianya sehingga dapat diakses secara global.

    Maka sangat penting bagi jurnalis online, memiliki skill blogging, karena melalui blogg dapat dijadikan sebagai medianya sendiri atau suatu portal  untuk menyampaikan ide, gagasan, berita karya jurnalis tersebut.
    Pengertian blogg sendiri yakni blog merupakan ruang dan bagian dari website, dan website merupakan rumah dari blog tersebut. Skill blogging yakni kemampuan dalam mengedit, mengolah, menata web sehingga tampil menarik. 

    Serta merupakan skill penting yang harus dimiliki oleh jurnalistik online karenadengan skill tersebut jurnalis online dapat membedakan dirinya dengan jurnalis televisi maupun radio. Mampu menyajikan karya-karya khas media online.

    Wartawan jurnalistik online wajib punya skill bloging '

    Posted by Lusi Gasela No comments




    Apa itu jurnalistik ?Jurnalistik sendiri merupakan proses pencarian, pengolahan informasi kemudian disebarkan kepada khalayak. Jurnalistik semakin berkembang dari waktu ke waktu sesuai peradaban zaman.Sehingga terlahir jurnalistik masakini. Apa itu jurnalistik masakini ? Jurnalistik yang bukan hanya terpaku mencari mengolah informasi kemudian menyebarkannya ,namun jurnalistik masakini, merupakan jurnalis yang  mampu mengimbangi serta beradaptasi dengan berbagai kemajuan zaman. 

    Mengingat jaman masa kini adalah masa era teknologi semakin canggih. Maka dari itu sangat penting adanya jurnalistik masa kini yang serba kompeten dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya. Apakah seorang wartawan jurnalistik online wajib memiliki skill blogging ? Penulisberpendapat, wajib . Karena dilirik dari panggilan namanya yakni "wartawanJurnalistik Online" sangat tidak etis jika wartawan jurnalistik tidak mahir berselancar online, apalagi tidak memiliki skill blogging . 

    Wartawan media online dituntut harus serba bisa, wartawan online tidak hanya harus bisa menulis berita, namun harus mampu berdiri dalam kondisi apapun, mampu masuk dan beradaptasi dengan berbagai hal, berwawasan luas , tau sedikit tentang banyak, mampu berinteraksi dengan baik sesuai etika. 
    Dikutip dari romeltea.com, pengertian jurnalistik online adalah, aktivitas jurnalistik yang memanfaatkan internet sebagai medianya sehingga dapat diakses secara global.

    Maka sangat penting bagi jurnalis online, memiliki skill blogging, karena melalui blogg dapat dijadikan sebagai medianya sendiri atau suatu portal  untuk menyampaikan ide, gagasan, berita karya jurnalis tersebut.
    Pengertian blogg sendiri yakni blog merupakan ruang dan bagian dari website, dan website merupakan rumah dari blog tersebut. Skill blogging yakni kemampuan dalam mengedit, mengolah, menata web sehingga tampil menarik. 

    Serta merupakan skill penting yang harus dimiliki oleh jurnalistik online karenadengan skill tersebut jurnalis online dapat membedakan dirinya dengan jurnalis televisi maupun radio. Mampu menyajikan karya-karya khas media online.

    Dunia Komunikasi. Powered by Blogger.
    © 2013 Dunia Komunikasi. WP Theme-junkie converted by Bloggertheme9
    Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.
    back to top